Kesempatan tersebut Wali Kota juga menyinggung masalah sampah, dimana pemerintah telah berusaha meningkatkan kapasitas, memperbaiki sarana prasarana, memperbaiki infrastruktur meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tapi percuma tanapa kesadaran masyarakat .
Dia minta dukungan masyarakat untuk 2 hal saja buang sampah ditempatnya dan buang sampah pada waktunya, kalau bisa dilakukan, maka masalah sampah bisa kita selesaikan.
Masalah lainnya adalah soal HIV Aids di kota Ambon, 2 bulan saja sudah 60 lebih yang terjangkit, kita berkali-kali melakukan razia, pelakunya adalah orang Ambon sendiri, orang Maluku.
”30 orang yang kita jaring dan razia 29 marga Ambon dan Maluku bukan lagi orang luar, saya rasa ini sesuatu yang sangat meresahkan kita hari ini, itu masalah kita,” bebernya.
Selain itu menurutnya, anak jalanan sudah cukup banyak di kota Ambon, masalah pengangguran, masalah UMKM, kita belum bisa hadirkan investor yang besar yang bisa membuka pabrik lalu bisa mneyerap tenaga kerja dengan jumlah yang banyak, karena itu kita mohon juga untuk ini digumuli.
”Kalau di Ambon belum bisa tersedia lapangan kerja yang cukup kita buat pelatihan diluar Ambon saja, kemarin 60 lebih dikirim ke Bali nanti 200 lagi kita kirim ke Bali nanti dikirm juga ke Jepang itu yang bisa kita lakukan. Jadi semua perusahaan di kota Ambon wajibkan dulu warga kota Ambon baru yang bukan KTP warga kota Ambon taoi tugas saya memastikan warga kota terfasilitasi .










