Pesan yang penuh kasih itu menjadi semakin dalam ketika Lewerissa menyentuh tentang duka yang tengah melanda saudara-saudara sebangsa di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akibat bencana hidroklimatologi yang parah.
Ia mengungkapkan bahwa Maluku, meskipun jauh secara geografis, juga ikut merasakan derita yang sama. Dari rasa empati Pemerintah Provinsi Maluku memutuskan untuk mengirimkan bantuan kepada saudara-saudara yang terkena dampak.
Meskipun ia mengakui bahwa ada keterbatasan dalam hal sumber daya, Lewerissa menekankan bahwa keinginan untuk menolong tidak boleh terhalang oleh kekurangan. Selain itu, Lewerissa juga mengajak hadirin untuk merenungkan satu kata yang selalu menjadi inti dari perayaan Natal yaitu ”Damai”. (AM-18)










