Dialog publik ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain AKP Jafar Lessy (Kasat Bimas Polres Kota Ambon), Fais Yahya Marasabessy sebagai tokoh pemuda dan aktivis sosial, serta Basir Tuhepaly selaku Ketua Umum YPDI Cabang Ambon dan penanggung jawab kegiatan.
Basir Tuhepaly menyampaikan bahwa dialog ini dirancang sebagai ruang yang jujur, setara, dan bermartabat.
“Kami ingin menghentikan logika saling curiga dan menggantinya dengan keberanian untuk bicara dan mendengar. Konflik tidak boleh diwariskan. Ia harus diselesaikan,” tegasnya.
Melalui forum ini, para pihak diharapkan dapat mengidentifikasi akar konflik secara objektif, membangun komitmen bersama, serta merumuskan rekomendasi konkret demi menjaga UIN A.M. Sangadji Ambon sebagai rumah bersama seluruh mahasiswa Maluku.
Dialog Publik Resolusi Konflik Sosial ini juga diharapkan menjadi model penanganan konflik berbasis dialog dan kearifan lokal Maluku, sekaligus menegaskan kembali nilai persaudaraan, pela gandong, dan etika akademik sebagai fondasi kehidupan kampus.*










