Subholding Supporting Co pada holding Perkebunan Nusantara itu akan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa terintegrasi senilai Rp 500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp 140 miliar, Sabtu (28/3) mendatang.
Bupati Malteng Zulkarnain Awat Amir menyebutkan, proses pembangunan akan segera dimulai dalam waktu dekat dengan agenda peletakan batu pertama.
Selain komoditas kelapa dan pala, akan dilakukan peresmian program premejaan (replanting) kopi, lada, kakao dan jambu mete seluas 800.000 hektare (ha) di seluruh Indonesia. Program ini akan mendapat dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp 9,9 triliun.
“Groundbreaking (peletakan batu pertama-red) direncanakan akan dihadiri bapak Presiden Prabowo Subianto.” ujar Bupati.
Pabrik kelapa terintegrasi untuk memproduksi medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa dan arang aktif dengan kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari. Sedangkan pabrik pengolahan pala fokus pada produksi oleoresin guna memenuhi standar tinggi pasar ekspor.
Kehadiran berbagai fasilitas manufaktur modern ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Hal ini sejalan target penciptaan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru secara nasional di sektor hilirisasi perkebunan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.














