Tegas Sahertian, jika perencanaan hanya berorientasi pada masa menjelang hari raya seperti Idul Fitri atau Paskah, maka potensi kendala akan terus muncul.
Karena itu lanjutnya, ia mengajak seluruh pihak, termasuk anggota Komisi II dan Komisi III DPRD Maluku, untuk mendorong instansi terkait agar memberikan kepastian ketersediaan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih jauh dia menambahkan, rapat evaluasi tersebut menjadi momentum bagi DPRD untuk menegaskan sikap kepada seluruh instansi terkait agar memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman dalam jangka waktu yang jelas termasuk untuk beberapa bulan ke depan.
“Yang menjadi prioritas bukan hanya saat menjelang hari raya. Setiap hari masyarakat Maluku harus bisa menikmati ketersediaan transportasi, bahan bakar, dan pangan tanpa harus berebut atau mengalami kelangkaan,” katanya.
Sahertian berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya persoalan distribusi maupun kelangkaan kebutuhan dasar di Maluku.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perum Bulog, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja Komisi II dan Komisi III. (*)










