“Dari pertengahan bulan 12 kan dia enggak terbang, dari pertengahan Desember sampai akhir Desember. Karena pesawatnya itu lagi mau dipasang kamera di bawah pesawat itu katanya, kamera cctv, jadi mereka enggak terbang. Jadi masuk Januari mereka terbang lagi,” kata Adi.
Terkait dengan alasan Esther bisa ada di Jogja, Adi mengaku tidak tahu. Karena yang ia tahu, putrinya itu stand by di Jakarta.
“Dia kan stand by di Halim, saya enggak tahu juga kenapa dari Jogja ke Makassar,” ujar Adi. Hingga kini Adi masih optimis Esther bisa dapat keajaiban. Keluarga masih harap-harap cemas menanti kabar soal kondisi Esther.
“Kami berharap masih ada mukjizat. Karena sampai sekarang kan belum ditemukan. Kami berharap mereka ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Adi. (*)










