“Berapa jauh?” tanya sang menteri.
“Harus menyeberang sejam jalur laut. Sedangkan biaya hidup di Sofifi itu jauh lebih rendah dan lahannya itu lebih luas.”
“Karena selama ini ibu kotanya sepi, sehingga living cost untuk mahasiswa dari kabupaten/kota lain untuk tinggal di Ternate itu paling murah Rp 1.000.000 dan biaya makannya mungkin Rp 1.500.000,” jelas Sherly Laos.
Brian Yuliarto pun memberi saran agar Unkhair juga membuka cabang beberapa jurusan di Sofifi.
“Atau Khairun bikin saja di Sofifi, beberapa kelas,” saran Brian Yuliarto.
“Perpanjangan saja, cabang,” timpal Sherly Laos.
Diketahui, tiga poin penting yang menjadi bahan diskusi Sherly Laos dan Brian Yuliarto antara lain:
– Peningkatan kualitas Fasilitas kampus
– Beasiswa untuk calon mahasiswa Pra Sejahtera
– Akselerasi studi lanjut dosen dan tenaga kependidikan
Sherly Laos meyakini, kemajuan akademik suatu daerah adalah kunci kemajuan daerah tersebut.
“Saya percaya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia akademik adalah kunci mencetak generasi unggul menuju Maluku Utara Cerdas dan Indonesia Emas 2045.
Langkah kecil hari ini, untuk lompatan besar esok hari,” tulisnya dalam Instagram @s_tjo.










