Citra satelit tersebut, yang diambil pada Selasa oleh Vantor, memperlihatkan adanya api dan bekas bangunan yang terlihat hangus di sekitar menara pendingin di area tengah kilang minyak, yang terletak di kilang Ras Tanura—yang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramco.
Di area itu terdapat serangkaian pipa yang menghubungkan berbagai unit penyimpanan ke dermaga terdekat. Di sanalah pasokan minyak itu mampu mengisi empat kapal tanker secara bersamaan.
Lokasi itu memiliki kapasitas produksi 550.000 barel per hari. Perusahaan minyak Aramco mengatakan, mereka harus menutup sementara kilang tersebut pada Selasa. Meluasnya konflik makin tampak pada Senin (02/03), tatkala Iran menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar, seperti ditulis BBC.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran kecil di kilang Ras Tanura—yang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramco—berhasil dipadamkan.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui Saudi Press Agency, disebutkan bahwa kilang tersebut mengalami “kerusakan ringan akibat jatuhan puing” setelah sistem pertahanan udara mencegat “dua drone yang melintas di sekitar fasilitas”. Api dilaporkan “segera ditangani” oleh tim darurat tanpa menimbulkan korban luka maupun jiwa.










