“Itu berarti kita telah memberitakan berbuat baik untuk banyak orang. Raja Damai lahir orang lain juga merasakan bukan untuk diri sendiri,” ujarnya.
Pesan Fransiskus berikutnya adalah kita arus bisa memaafkan.
Dilanjutkan, kita harus bisa mempersatukan dimana ada pertengkaran kita mampu memperdamaikan dan mempersatuan sesama menjadi hidup yang harmoni itu yang harus kita wujudkan.
“Kita melayani rupa-rupa orang dengan temperamen yang berbeda-beda, karenanya Leiwakabessy kembali mengingatkan Natal bukan soal angka Kelahiran, namun bagaimana kita membawa karakter kehidupan yang solider, tidak egois, mempersatukan, mengampuni, berbuat baik, menjadi alat damai sejahtera di tengah-tengah dunia,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy dalam sambutan Natalnya mengakui seluruh pekerjaan-pekerjaan lembaga apapun bisa melakukan kebijakan formal dari suatu kebersamaan.
“Kita akan menyongsong tahun baru 2025 semoga kebahagiaan kasih Natal selalu ada di antara kita semua sehingga kita bisa melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing,” pesan Kadis kepada keluarga besar Klinik Mata AV,”
Pelupessy mengatakan, apabila didalam 1 tahun kebersamaan, ada hal-hal yang kurang menyenangkan dari kami dinas, “saya mewakili seluruh rekan-rekan yang ada di dinas mohon maaf atas hal-hal yang tidak sengaja maupun di sengaja,” tuturnya.










