“Pada akhirnya saya memilih menyalurkan waktu dengan menjadi driver online. Lumayan untuk tambahan jajan anak-anak. Selain itu, saya bisa bertemu banyak orang, menambah wawasan, bahkan membantu mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Fleksibilitas menjadi alasan utama. Jadwal kerja sebagai tenaga medis yang tidak menentu serta perannya sebagai seorang ibu membuatnya membutuhkan pekerjaan sampingan yang tidak terikat waktu.
“Grab memberi saya ruang untuk bekerja saat saya mampu,” katanya.
Penghasilan tambahan dari GrabCar ia manfaatkan untuk menopang kebutuhan harian keluarga.
Namun lebih dari itu, menjadi mitra pengemudi memberinya kesempatan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dalam kapasitas yang berbeda.
Neneng Goenadi menambahkan bahwa kisah Dokter Rosa adalah cerminan dari nilai-nilai yang ingin dibangun dalam ekosistem Grab.
“Fleksibilitas adalah tentang membuka ruang agar mitra dapat menjalani peran hidupnya secara utuh—sebagai profesional, anggota keluarga, sekaligus bagian dari komunitas. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati Dokter Rosa,” lanjutnya.
Meski mendapat banyak pujian, Dokter Rosa tetap rendah hati. Ia menolak disebut sebagai pahlawan dan merasa hanya menjalankan apa yang seharusnya ia lakukan sebagai sesama manusia dan seorang tenaga medis.










