Melansir ANTARA, BGN juga akan menindak tegas oknum SPPG yang modus pura-pura tertipu saat membangun dapur untuk melayani Program MBG.
“Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu gitu ya supaya yakin diverifikasi, tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu, seperti kemarin ada orang yang datang ke saya, ‘Pak, saya ditipu, dapur saya sudah jadi, tetapi saya ditipu, enggak masuk ke dalam sistem.’ Kemudian, saya tanya, penipunya siapa? Kalau ada, laporin dong, saya pengin tahu untuk membedakan modus dan yang benar,” paparnya.
Sony menjelaskan apabila calon mitra ketika ditanya siapa penipunya tetapi enggan menjawab, maka dapat dipastikan itu hanya modus demi mendapatkan verifikasi dai BGN.
“Kalau dia enggak mau jawab, atau bilang, ‘Ya, adalah, Pak,’ begitu, maka sudah tentu modus, tetapi kalau yang benar-benar ditipu, sekarang sudah diterima laporannya sama polisi, jelas siapa penipunya, sebentar lagi mungkin tayang siapa penipunya, karena minimal satu orang itu Rp100 juta kerugiannya,” ujar dia.
Sony menegaskan saat ini BGN sudah menutup pendaftaran SPPG, karena sudah memenuhi kuota untuk melayani Program MBG. Hingga hari ini sudah ada lebih dari 24.000 SPPG yang berdiri di seluruh Indonesia. (***)










