BADAN Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki media sosial (medsos) Facebook, Instagram, dan TikTok, agar masyarakat dapat turut mengawasi bersama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Setiap hari siapa yang mengevaluasi? Masyarakat langsung, karena kami setiap hari sudah perintahkan seluruh kepala SPPG membuat media sosial yang sudah kami tentukan, yaitu Facebook, Instagram, dan TikTok,” kata Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Jumat.
Ia mengemukakan saat ini sudah ada 45.000 media sosial milik SPPG yang menjadi sarana evaluasi bagi masyarakat, baik itu dari segi menu, kualitas gizi, hingga harga.
“Jadi, setiap hari mereka wajib menayangkan menunya apa, berapa kualitas gizi, dan berapa harganya. Setiap minggu, kami juga melakukan webinar, kalau Zoom Meeting kan interaktif ya, itulah evaluasi kecil-kecil. Kami juga melaksanakan evaluasi per kabupaten, ini lho menu-menu yang minimalis, jadi tidak ada lagi semangka kipas angin (dipotong terlalu tipis),” ujar dia.
Menurutnya, melalui evaluasi-evaluasi itu diharapkan ada efek malu dari SPPG yang membuat menu di bawah kualitas MBG yang disajikan di SPPG lain.
“Kalau diwajibkan mengunggah ke media sosial, setidaknya ada efek malu. Pada setiap kemasan juga wajib ada keterangan gizi dan harganya, ini bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” tuturnya.










