Jika ini dilakukan secara kontinyu maka ia yakin dan percaya kerja bersama DPRD dan Pemkot akan mampu untuk paling tidak mengurangi angka kemiskinan di kota Ambon, dengan jalan yang lain membangun investasi, membangun ekosistim ekonomi kreatif, memberdayakan pelaku-pelaku UMKM.

Sementara calon Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisuta berpendapat tentang masalah anak, perempuan, lansia maupun difabel bahwa erlindungan kelompok rentang merupakan kebijakan pemerintah yang harus kita sikapi secara serius.
Diungkapkan, perlindungan terhadap kelompok rentang menjadi kewajiban dari pemerintah dalam hal ini pemerintah akan memastikan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus merupakan prioritas bagi pemerintah dalam hal ini pemerintah melakukan sosialisasi di sekolah dari tingkat SD maupun kepada kelompok masyarakat lainnya, seperti pengajian-pengajian, majelis taklim, dan pelwata.
Menurutnya, itu adalah langkah-langkah strategis dalam rangka peningkatan terhadap kekerasan dan pemerintah hadir bagi kelompok lansia dengan adanya pembentukan posyandu-posyandu lansia memastikan mereka menjadi perhatian khusus pemerintah.
“Penyandang difabel, kali ini pemerintah kota Ambon sudah punya Perda terkait dengan difabel ini langkah strategis pemerintah dalam melakukan perlindungan terhadap kelompok rentang di kota ini,” kata Toisuta.










