BeritaHukum & KriminalNasionalUtama

Balas Pernyataan Pigai, Mahfud MD: Pengelolaan MBG Tidak Profesional Juga Melanggar HAM

5
×

Balas Pernyataan Pigai, Mahfud MD: Pengelolaan MBG Tidak Profesional Juga Melanggar HAM

Sebarkan artikel ini
MENENTANG HAM - Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam), Mahfud MD, menegaskan bahwa pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak profesional dapat melanggar hak asasi manusia (HAM). Pernyataan itu ia sampaikan saat menanggapi Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, yang menyebut penolakan terhadap program MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih sebagai tindakan yang menentang HAM. (Kompas.com/Irfan Kamil)

Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa program seperti MBG, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga. “Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM,” ujar Pigai di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan bahwa kritik untuk perbaikan layanan tetap diperbolehkan. Namun, menurutnya, upaya untuk meniadakan program yang menyangkut hak dasar masyarakat tidak dapat dibenarkan. Pigai juga menyebut bahwa program MBG selaras dengan dorongan komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan UNICEF, yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak sebagai bagian dari agenda pembangunan global.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pelaksanaan program oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan amanat rakyat yang sejalan dengan komitmen internasional. “Ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil. Itu orang jahat. Orang yang tidak punya nurani,” kata Pigai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara…