Setiap kategori menghasilkan pemenang tingkat kabupaten, yang kemudian berkompetisi di tingkat provinsi.
Tahun ini, konsep pelaksanaan FTBI dikemas lebih menarik dan inovatif. Jika sebelumnya peserta tampil berdasarkan jenis kegiatan, tahun ini seluruh peserta dikolaborasikan dalam satu pertunjukan drama berjudul “Negeri Bahasa”.ungkap Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa, dalam keteranganya, di Kantor Balai Bahasa Provinsi Maluku, Jumat,(28/11/2025).
Pertunjukan ini memadukan tuturan enam bahasa daerah yang direvitalisasi, bahasa Melayu Ambon, serta bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung.
Melalui konsep kolaboratif ini, para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa, tetapi juga mengekspresikan kekayaan budaya dan keberagaman bahasa di Maluku.
Festival ini nantinya dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting, seperti Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum., Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, serta Dr. Adi Budiwiyanto, M.Hum., Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian bahasa daerah di Maluku.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Ibu Ana Latuconsina, anggota Komite III DPD RI, yang turut menyampaikan apresiasi dan harapan agar program ini terus berkelanjutan. (AM-18)










