Selepas itu, Leimena kembali aktif di Parkindo, DGI, UKI, STT, dan lain-lain. Dia sempat pula menjadi Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Di akhir perjalanan hidupnya, dia masih sempat kembali menjadi dokter dan menjabat Direktur Rumah Sakit DGI Cikini.
Leimena wafat pada 29 Maret 1977 di Jakarta. Nyong Ambon itu mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 2016.
Penyanyi berdarah Maluku, Glenn Fredly, dalam peluncuran buku Faisal Basri dan Haris Munadar menyampaikan, “Bukan karena saya dari Maluku, tapi saya suka dengan Leimena. Hari ini masyarakat di Maluku lose of hope terhadap pemimpinnya.”
Menurut Glenn, cerita-cerita teladan kepemimpinan seperti Leimena, perlu dimunculkan kembali dengan cara baru. “Itu yang saya bilang, bagaimana menerjemahkan ini menjadi sesuatu yang bisa membangun harapan baru,” ujar Glenn. (***)










