BeritaDaerahFEATURENasionalUtama

Bacarita Sejarah Nyong Ambon mijn dominee Bung Karno hingga Dirikan GMKI

7
×

Bacarita Sejarah Nyong Ambon mijn dominee Bung Karno hingga Dirikan GMKI

Sebarkan artikel ini
Johannes Leimena (paling kanan) diantara Presiden RI pertama Bung Karno dan Soeharto - web

Suatu hari, beberapa pemuda dari organisasi Kristen hendak bertemu Leimena di rumahnya. Karena berpikir akan diajak “makan besar” di rumah seorang menteri, mereka sengaja tidak sarapan. Tebakan itu tidak meleset, mereka diajak ke ruang makan. Namun, yang mereka temui di meja makan adalah singkong rebus, sarapan sehari-hari sang menteri dan keluarga.

“Tutur katanya yang lembut membujuk dan wataknya yang sabar menjadikannya ‘negosiator alamiah’. Orang sulit menolak kalau yang meminta adalah Jo. Kejujurannya juga dikenal luas sehingga orang-orang percaya dia tidak pernah bohong atau menggertak,” tulis Faisal Basri dan Haris Munandar.

Sampai-sampai Presiden Sukarno menyebut Leimena sebagai “orang paling jujur yang pernah kutemui”. Bahkan, Sukarno dalam kesempatan lain menyebutnya mijn dominee yang artinya “pendetaku”.

Baca Juga  Sopir Dump Truck Gelar Aksi Demo di DPRD Maluku Protes Penutupan Galian C

Leimena yang Toleran

Pada 1945, Leimena bergabung dengan Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Dia lalu menjadi ketua umum pada 1950 sampai 1957. Dia juga turut membentuk Dewan Gereja-Gereja Indonesia (DGI) yang kini bernama Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

Selain sederhana, Leimena juga dikenal sebagai sosok yang toleran. Dia bersahabat baik dengan Mohammad Natsir, tokoh Masyumi yang memperjuangkan Syariat Islam. Natsir menyebut Leimena sebagai Meneer de Dominee atau Tuan Pendeta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *