Runway excursion di Nepal
Sebelumnya, pada 2 Januari 2026, sebuah pesawat ATR 72-500 milik Buddha Air dengan registrasi 9N-AMF mengalami runway excursion atau keluar landasan pacu saat mendarat di Bandara Bhadrapur, Nepal bagian timur.
Pesawat meluncur sejauh sekitar 165 hingga 300 meter melewati ujung landasan dan berhenti di area berlumpur dekat aliran air. Seluruh 55 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 51 penumpang dan empat awak, berhasil dievakuasi dengan selamat.
Sejumlah laporan menyebutkan terdapat hingga tujuh orang yang mengalami luka ringan. Pesawat mengalami kerusakan cukup signifikan, meski pihak maskapai sempat menyebut kondisinya “minor” dalam pernyataan awal.
Tergelincir di Papua Nugini
Insiden lain terjadi pada 15 Januari 2026 di Papua Nugini. Sebuah pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Hevilift keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Simberi, dalam kondisi landasan basah akibat hujan.
Rekam jejak keselamatan ATR
ATR merupakan produsen pesawat asal Eropa/Perancis yang berdiri sejak 1981 sebagai perusahaan patungan antara Airbus dari Perancis dan Leonardo dari Italia.
Perusahaan ini dikenal sebagai spesialis pesawat turboprop regional, khususnya melalui keluarga ATR 42 dan ATR 72.










