“Tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Latu Hausihu Morella, tetapi juga kekayaan budaya Maluku yang memiliki daya tarik besar, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lewerissa juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
“Saya mengajak kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya lokal, serta menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun karakter dan memperkuat persatuan,” ungkapnya.
Selain itu, Lewerissa mendorong agar kegiatan budaya seperti ini dapat dikembangkan menjadi agenda wisata unggulan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini perlu terus dikemas secara lebih baik agar mampu menjadi agenda wisata budaya unggulan yang memberikan manfaat sosial, budaya, sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dalam Pesta Adat dan Budaya ini turut dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya, diawali dengan penyulutan Obor Tulukabessy oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, dilanjutkan dengan suguhan seni Tari Reti, Tari Saliwangi, Tari Lisa, pertunjukan Cakalele, serta atraksi Bambu Gila. Puncak kegiatan ditandai dengan Atraksi Pukul Sapu Lidi yang diawali dengan pukulan penghormatan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan tamu undangan lainnya.














