Situasi serupa juga terpantau di Pelabuhan Waipirit, di mana jumlah penumpang dalam kendaraan meningkat menjadi 2.942 orang, atau naik 18 persen dari tahun lalu. Pejalan kaki juga mengalami kenaikan 8 persen dengan total 1.388 orang. Kendaraan roda dua di Waipirit mencapai 783 unit (naik 30 persen) dan kendaraan kecil 228 unit (naik 18 persen).
”Meskipun bus dan truk di Waipirit mengalami sedikit penurunan, secara keseluruhan peningkatan volume lalu lintas penyeberangan sangat terasa,” jelasnya.
Meskipun jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Hunimua turun 17 persen dibandingkan tahun 2025, layanan penyeberangan tetap berjalan optimal, memastikan pergerakan penumpang dan kendaraan yang meningkat dapat terakomodasi dengan baik.
Tanassy menekankan, bahwa seluruh operasional penyeberangan selama puncak arus balik berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi cuaca yang cerah berawan serta arus kendaraan yang aman dan terkendali turut mendukung kelancaran aktivitas di pelabuhan.
ASDP Ambon juga terus menjalin koordinasi erat dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kelancaran arus balik. Upaya kolaboratif ini penting untuk menjaga agar mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman selama periode sibuk pasca-Lebaran. *














