Amerika Serikat dan Venezuela telah sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik dan konsuler, seperti diberitakan BBC Internasional.
Dalam sebuah pernyataan, lembaga tersebut mengatakan bahwa kedua pihak akan melakukan upaya bersama untuk meningkatkan stabilitas, mendukung pemulihan ekonomi, dan memajukan rekonsiliasi politik.
Meskipun hubungan diplomatik mereka telah membaik sejak militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada bulan Januari dalam serangan mendadak, pengumuman hubungan bilateral formal ini menandai langkah yang sangat simbolis.
Presiden Donald Trump memerintahkan pasukan untuk menangkap Maduro dan istrinya, membawa mereka ke pengadilan Manhattan untuk menghadapi tuduhan pelanggaran senjata dan narkoba, yang mereka bantah.
Kedutaan Besar AS di Caracas, yang ditutup pada tahun 2019, telah dibuka kembali, dan Washington telah menunjuk seorang diplomat baru di Venezuela.
Pemerintah Venezuela pada hari Kamis mengatakan bahwa mereka bersedia untuk memajukan “tahap baru dialog konstruktif, berdasarkan rasa saling menghormati”. Pernyataan itu menyebutkan bahwa hubungan tersebut harus menghasilkan “kebahagiaan sosial dan ekonomi rakyat Venezuela”.
Namun, pernyataan dari Caracas tidak menyebutkan transisi atau pemilihan umum di masa mendatang, tidak seperti pernyataan Departemen Luar Negeri AS.










