Arikamedia.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai dunia usaha saat ini menghadapi tekanan ganda dari sisi biaya produksi dan pelemahan permintaan, baik domestik maupun ekspor.
Melansir Kontan.co.id, kondisi ini mendorong pelaku usaha mengambil langkah lebih hati-hati, termasuk dalam keputusan ekspansi dan tenaga kerja.
Ketua Apindo, Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha masih mencermati dinamika global, terutama konflik geopolitik yang berdampak pada lonjakan harga energi dan biaya logistik.
Menurutnya, tekanan tersebut turut mendorong kenaikan biaya produksi, mengingat sekitar 70% bahan baku industri di Indonesia masih berasal dari impor.
“Namun demikian, penting untuk ditegaskan bahwa efisiensi tenaga kerja adalah pilihan terakhir bagi pelaku usaha. Dunia usaha pada prinsipnya masih berupaya melakukan beberapa penyesuaian, seperti penyesuaian strategi secara prudent melalui penguatan efisiensi operasional, pengelolaan pipeline proyek dan sumber daya secara efektif, serta pengelolaan ekspansi secara selektif sesuai dinamika permintaan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).
Dari sisi permintaan, Shinta menyebut mulai terlihat adanya moderasi yang perlu diwaspadai. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator industri dan konsumsi yang mengalami penurunan.










