Di sisi lain, ia menegaskan bahwa momentum Idul Fitri merupakan salah satu agenda nasional yang berdampak besar terhadap pergerakan masyarakat dan perputaran ekonomi.karena itu, pengamanan selama masa mudik menjadi sangat penting.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai ratusan juta orang. Hal ini menuntut kesiapan aparat dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik maupun arus balik.
Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.
Selain itu, ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu juga disiapkan sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Wattimena juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok. Karena itu, ia meminta aparat meningkatkan patroli rutin serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai lembaga pendukung lainnya.










