Arikamedia.id, AMBON – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Ambon selama dua hari terakhir memicu keprihatinan sekaligus desakan tegas kepada Pertamina untuk segera turun tangan. Kondisi ini dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut karena telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, menyebut situasi yang terjadi sebagai pemandangan yang cukup miris.
Ia menyoroti antrean padat yang terlihat di sejumlah SPBU,termasuk di kawasan Wayame,Lateri dan SPBU belakang kota ,yang juga ramai dikeluhkan warga melalui media sosial. Meski penyebab utama belum diketahui secara pasti, Tamaela menegaskan bahwa tanggung jawab tetap berada pada Pertamina sebagai pihak yang mengelola distribusi BBM.

Ia menilai, setiap gangguan distribusi, seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan sistem koordinasi yang cepat antara pengelola SPBU dan Pertamina.
“Kalau ada keterlambatan, bahkan satu jam saja, itu harus segera di-upgrade Pengelola SPBU wajib melaporkan, dan Pertamina harus merespons cepat agar tidak berdampak ke masyarakat,” tegasnya di ruang kerjanya, Senin,(30/03/26).
Tamaela juga menyoroti pernyataan Pertamina yang menyebut stok BBM dalam kondisi aman, menurutnya, jika hal itu benar, maka persoalan kemungkinan besar terletak pada distribusi atau suplai ke SPBU.














