Di Sumatera Utara, proyek Bendungan Hidroelektrik Batang Toru mengancam komunitas adat yang tinggal di dekat hutan Batang Toru dan ekosistemnya, termasuk habitat orangutan Tapanuli.
Di Jawa Tengah, pabrik semen Kendeng tetap berjalan dengan konsultasi yang minim dan kurangnya kompensasi yang memadai meskipun ada penolakan dari komunitas adat Sedulur Sikep.
Di Kalimantan Timur, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang berlangsung mengancam hak-hak masyarakat adat Dayak Paser, yang lahannya berada di dalam dan sekitar zona pembangunan yang direncanakan.
Dalam banyak kasus, proyek-proyek semacam itu juga menyebabkan degradasi lingkungan, karena hutan dibabat, ekosistem terganggu, dan komunitas lokal harus menanggung dampak ekologis yang ditimbulkan.(AM-29)










