BeritaInternasionalNasionalUtama

Amnesty International Indonesia Ingatkan Pemerintah Baru Jangan Perburuk Situasi HAM di Indonesia

48
×

Amnesty International Indonesia Ingatkan Pemerintah Baru Jangan Perburuk Situasi HAM di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. (Foto : Jawa Pos).

Pada 2 Oktober 2024, beberapa pengunjuk rasa, termasuk perempuan, terjatuh setelah didorong dan sedikitnya seorang warga pingsan setelah ditendang oleh petugas. Polisi juga menangkap dan diduga memukuli empat warga, termasuk seorang jurnalis yang sedang meliput.

Perlakuan serupa terhadap pengunjuk rasa terjadi di Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat menjelang balapan MotoGP September lalu. Otoritas melarang spanduk dan demonstrasi selama acara tersebut, mencerminkan represi yang terus berlanjut terhadap suara-suara kritis, terutama dari komunitas adat setempat yang tanahnya disita untuk Sirkuit Mandalika dan Kawasan Ekonomi Khusus tanpa kompensasi yang adil.

Proyek strategis nasional mengancam akan menggusur masyarakat adat dari tanah leluhur mereka, dengan sedikit atau tanpa konsultasi yang bermakna maupun kompensasi yang adil.

Baca Juga  Usai Lawatan Luar Negeri, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Apa?

“Pemerintah tampaknya tidak peduli tentang Persetujuan Berdasarkan Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa). Masyarakat adat dan lokal hanya dipandang sebagai penghalang pembangunan,” kata Usman.

Di Papua, proyek jalan Trans-Papua menembus wilayah adat tanpa konsultasi yang bermakna dengan penduduk setempat. Begitu pula masyarakat adat Merauke di Papua Selatan menolak PSN lumbung pangan (food estate), dengan alasan implementasinya yang agresif berupa perampasan lahan dan deforestasi tanpa adanya konsultasi yang memadai dan persetujuan dari masyarakat sekitar yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *