Meski begitu, Yahya memastikan bahwa kedatangan Peter murni untuk menjelaskan soal konsep hak asasi manusia yang sudah dia teliti. Ia menyebut selama diskusi berlangsung tidak ada satu kalimat pun yang menyinggung soal konflik Israel dan Palestina. “Lagi pula tidak mungkin kami mengkampanyekan Zionisme di masyarakat,” kata Yahya.
Adapun kehadiran Peter Berkowitz di tengah-tengah para petinggi NU ini sebelumnya menuai banyak kritik dari publik. Sebab, Peter Berkowitz terkenal sebagai akademisi yang cukup vokal membela Zionis.
Berkowitz beberapa kali menerbitkan buku yang mendukung Israel. Dia pernah menulis buku berjudul ‘Israel and the Struggle over the International Laws of War (2012)’. Buku ini diterbitkan oleh Hoover Institution Press. Isinya, membela Israel terhadap berbagai kritik hukum internasional—seperti Goldstone Report dan insiden flotila Gaza. *










