Arikamedia.id, AMBON – Penataan ruang, bukan sekedar tugas dan urusan pemerintah saja, itu juga bagian dari panggilan iman kita untuk menjaga ciptaan Tuhan, kasih Allah yang kita hidupi tidak berhenti di altar tetapi nyata dalam akta di tempat dimana kita berpijak.
Warga jemaat di Klasis Kota diajak untuk mendukung agenda walikota dalam kerja-kerja melihat kondisi sungai-sungai di kota Ambon yang pada beberapa titik terlihat berpotensi mengancam kesehatan warga, termasuk warga jemaat.
Ketua Klasis GPM Kota Ambon, Pendeta Rinto Muskita mengatakan, kita mesti memikirkan langkah-langkah konkrit gerakan bersama mengajak warga kota untuk tidak membuang sampah ke sungai, lebih jauh disebutkan, Gereja siap mengambil bagian dalam edukasi dan pembinaan kesadaran warga, tetapi gereja juga memerlukan pemerintah kota dalam tanggung jawab sebagai pemegang kebijakan.
”Ada empat sungai didalam wilayah klasis kota Ambon dan luar biasanya, sungai-sungai itu mempunyai kekuatan untuk bisa membelah tembok-tembok segregasi di kota ini. Itu sesuatu yang natural bikin bersih sungai kita juga akan merawat relasi persaudaraan antar umat beragama di kota ini, edukasi lingkungan, pengolahan sampah di jemaat-jemaat dan keterlibatan aktif dalam gerakan peduli lingkungan harus menjadi gumulan kita ketika gereja dan pemerintah berjalan bersama dampaknya akan jauh lebih besar,” tuturnya pada Pembukaan Persidangan Ke-50 Klasis Kota Ambon, di Gereja Joseph Kam, Minggu, pekan lalu.










