Arikamedia.id, AMBON – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Pemerintah Provinsi Maluku memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan terkendali.
Meski demikian, potensi tekanan inflasi tetap menjadi perhatian serius, terutama pada sejumlah komoditas strategis yang kerap mengalami lonjakan harga saat momentum keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers ketahanan pangan daerah yang dipimpin Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, di Lantai VII Kantor Gubernur, Jumat,(13/2/2026).
Menurut Attamimi, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa momen hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadhan, Idul Fitri, hingga Nyepi selalu berpotensi memicu gejolak harga.namun, Ramadhan dan Idul Fitri selalu menjadi perhatian besar
“Dari evaluasi 2024–2025, kami sudah memetakan komoditas yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi pada 2026. Fokus utama tetap pada beras, minyak goreng, dan sejumlah sayuran,” ujarnya.
11 Komoditas Penyumbang Inflasi
Dalam periode Maret 2024 hingga Februari 2025, terdapat 11 komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi, di antaranya beras, bensin, cabai, kacang panjang, dan minyak goreng.










