Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Khairiah Lubis menegaskan, Roehana Koeddoes jadi spirit utama bagi jurnalis perempuan Indonesia.
Hal itu ia sampaikan dalam acara diskusi bertajuk “3 Wajah Roehana Koeddoes”, yang digelar dengan kolaborasi FJPI, IDN Times dan Yayasan Amai Setia dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
“Bagi jurnalis perempuan, Roehana Koeddoes adalah spirit untuk kebebasan dan perlindungan perempuan,” kata Khairiah yang akrab disapa Awi.

Dia menjelaskan, semangat berhimpunnya jurnalis perempuan di organisasi FJPI yang lahir di Medan pada tahun 2027, tidak terlepas dari sejarah panjang jurnalis perempuan di Indonesia. Selain Roehana Koeddoes yang menjadi pelopor jurnalis perempuan dan mendirikan Soenting Melajoe pada 1912 di Koto Gadang, Sumatera Barat, terdapat pula koran Perempuan Bergerak yang terbit di Medan pada 1919, yang menjadi spirit gerakan FJPI.
Menurut Awi, Roehana Koeddoes juga memiliki keterkaitan langsung dengan Medan. Sebab, Roehana pernah pindah ke Medan dan turut menulis di koran Perempuan Bergerak.
Awi mengungkapkan, jejak sejarah tersebut menjadi semangat berkiprahnya jurnalis perempuan di Medan kemudian meluas dari Aceh hingga Papua.










