Arikamedia.id – Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) Tahun 2026 resmi ditutup dengan penegasan sikap gereja-gereja di Indonesia terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan serta meningkatnya kecenderungan militerisme dan otoritarianisme.
Dalam jumpa pers seusai ibadah penutupan di ballroom Hotel Swisbell Merauke, Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menyampaikan bahwa isu keadilan ekologis telah lama menjadi perhatian serius PGI. Kerusakan lingkungan, tumpang tindih tata kelola hutan dengan hak masyarakat adat, serta pengalaman kegagalan proyek-proyek pangan sebelumnya menjadi dasar keprihatinan gereja-gereja.
PGI menilai pembangunan kembali food estate di kawasan yang sangat luas berpotensi memperparah ketidakadilan ekologis dan sosial. Karena itu, Sidang MPL sengaja dilaksanakan di Merauke agar para peserta dapat melihat, mendengar, dan menyelami langsung realitas yang dialami masyarakat adat dan gereja-gereja setempat, termasuk keluhan, ratapan, bahkan “tangisan tanah dan bumi” Papua.
“Setelah melalui kajian, dialog dengan masyarakat adat, Majelis Rakyat Papua, gereja-gereja lokal, serta pengalaman empirik di lapangan, Sidang MPL merekomendasikan dua sikap utama,” ujar Pdt. Jacky Manuputty.










