
Orang-orang Ambon terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945–1949. Mereka berhimpun dalam Pasukan Pattimura yang dibentuk pada Februari 1947 di Malang dengan Komandan dr. Pattiradjawane dan Kepala Staf dr. Siwabessy. Sementara Kepala Operasi adalah Herman Pieters dan wakilnya Minggus Nanlohy.
Herman Pieters lahir di Ambon pada 17 Desember 1924. Sebelum revolusi kemerdekaan, lulusan sekolah elektro Surabaya ini bekerja di perusahaan listrik di Surabaya. Ia dan banyak pemuda Ambon berjuang mendukung Republik Indonesia di Jawa Timur, meski mereka tahu banyak orang Ambon yang menjadi korban karena dituduh berada di pihak Belanda.
Dilansir dari Historia, setelah tentara Belanda angkat kaki dari Indonesia pada 1950, Herman Pieters dan banyak pemuda Ambon tetap menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan, ada pula bekas KNIL asal Ambon yang masuk TNI. Mereka dikirim ke Maluku untuk menumpas Republik Maluku Selatan (RMS)
“Bekas Pasukan Pattimura pimpinan Mayor Herman Pieters baru bisa memasuki kampung halamannya setelah penumpasan RMS, pada akhir 1950. Banyak di antara mereka kemudian memegang posisi penting dalam komando pasukan di wilayah itu,” tulis R.Z. Leirissa dalam PRRI, Permesta: Strategi Membangun Indonesia Tanpa Komunis. Herman Pieters tentu salah satunya.










