Arikamedia.id, JAKARTA – Awal tahun 2026 menjadi periode yang berat bagi pabrikan pesawat turboprop asal Eropa, ATR (Avions de Transport Régional).
Dalam tiga pekan pertama Januari, tercatat sedikitnya tiga insiden yang melibatkan pesawat buatan ATR di tiga negara berbeda, dengan kejadian paling fatal terjadi di Indonesia.
Kecelakaan fatal di Indonesia
Pesawat yang disewa oleh Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut mengangkut 10 orang terdiri atas 7 kru dan 3 penumpang. Puing-puing pesawat ditemukan di area pegunungan yang lebat pada ketinggian sekitar 5.000 kaki, dengan sebaran reruntuhan di sejumlah titik.
Mengutip Kompas.com, seluruh penumpang dan awak pesawat dikhawatirkan meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung.
Menanggapi kejadian tersebut, ATR selaku pabrikan pesawat menyatakan telah menerima laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan ATR 42-500 di Indonesia.
“Perhatian utama kami saat ini tertuju kepada seluruh pihak yang terdampak oleh insiden ini. Tim ahli kami telah dikerahkan sepenuhnya untuk mendukung investigasi yang dipimpin otoritas Indonesia serta memberikan dukungan teknis kepada operator,” tulis ATR dalam pernyataan resminya.










