BeritaNasionalOpiniSOSIALUtama

Insiden ATR 42-500, Kepergian Tanpa Pamit Jadi Luka yang Sulit Dijelaskan

24
×

Insiden ATR 42-500, Kepergian Tanpa Pamit Jadi Luka yang Sulit Dijelaskan

Sebarkan artikel ini
Orang tua salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 - Akun FB Wismi

Arikamedia.id, JAKARTA – Tangis Mukhsin pecah saat mengenang anak sulungnya, Deden Maulana, yang dikabarkan menjadi salah satu korban dalam insiden pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros, diberitakan dari akun Netizen FB Wismi Asmida.

Selama ini, Deden selalu punya kebiasaan yang tak pernah ia tinggalkan. Setiap hendak berangkat tugas, ia pasti menelepon sang ayah untuk berpamitan dan meminta doa restu.

Bagi keluarga, panggilan itu bukan sekadar kabar biasa, melainkan bentuk kasih sayang yang selalu menenangkan. Namun kali ini berbeda. Tak ada telepon. Tak ada pesan. Tak ada kabar sedikit pun dari Deden yang tinggal di Jakarta.

Mukhsin justru mengetahui kabar paling mengejutkan dari orang lain, saat namanya disebut masuk dalam daftar manifest penumpang pesawat yang mengalami musibah tersebut.

Baca Juga  Hasil Fit and Proper Test Deputi BI Bakal Dibawa ke Paripurna DPR

Saat itu, tubuhnya seakan lemas, dan dunia terasa mendadak sunyi. Komunikasi terakhir mereka terjadi pada hari Kamis. Deden sempat menanyakan kondisi kesehatan keluarga di Garut, memastikan semuanya baik-baik saja. Tak ada firasat buruk, tak ada tanda bahwa itu akan menjadi percakapan terakhir.

Kini, Mukhsin hanya bisa menunggu dengan hati yang hancur. Ia tertunduk lesu di rumah, berharap ada keajaiban, sembari menanti kepastian tentang nasib anaknya di Sulawesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *