Arikamedia.id, AMBON – Krisis air bersih yang kerap menghantui Kota Ambon kembali mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Ambon.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Lucky Nikijuluw, menegaskan pentingnya langkah antisipatif melalui pembangunan bak penampung air bersih di sejumlah wilayah yang rawan.
Pada tahun 2025, Nikijuluw mengusulkan pembangunan bak penampung air di Kelurahan Benteng sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bersih bagi masyarakat.
Usulan tersebut sejalan dengan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali (Wawali) Kota Ambon yang menempatkan pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.
“Bak penampung ini disiapkan sebagai solusi ketika terjadi gangguan instalasi atau air menjadi keruh, dengan adanya bak penampung, masyarakat tetap memiliki cadangan air bersih yang bisa digunakan saat kondisi darurat,” jelasnya via wa, Kamis, (15/01/26).
Tak hanya di Kelurahan Benteng, program ini juga menyasar kawasan pemukiman lain yang dinilai rentan terhadap krisis air.
Tercatat, sebanyak 10 unit bak penampung akan dibangun di Kelurahan Benteng, 8 unit di kawasan pemukiman Bethabara Kayu3 Negeri Soya.
Menurutnya keberadaan bak penampung bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari sistem ketahanan bagi masyarakat.










