Arikamedia.id, AMBON – Kota Ambon menjadi sorotan setelah mencatat tingkat inflasi tertinggi di wilayah Indonesia Timur sepanjang tahun 2025.
Lonjakan harga ini memunculkan beragam spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat.menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon menginisiasi kegiatan literasi ekonomi kepada publik melalui forum bertema “Apa Kabar Inflasi Kota Ambon Tahun 2025”.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz menegaskan bahwa inflasi tidak bisa dimaknai secara sempit sebagai ancaman ekonomi semata, hal itu disampaikannya, di Balai Kota Ambon, Kamis, (15/01/26).
Sebagai Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi Maluku, Pauline menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terkait dinamika inflasi.
“Baik inflasi yang terlalu rendah maupun yang terlalu tinggi sama-sama berisiko. Yang dibutuhkan bukan menekan inflasi hingga nol, melainkan menjaga pergerakannya tetap seimbang sesuai situasi ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengukuran inflasi berlandaskan Survei Biaya Hidup (SBH) yang menggambarkan kebiasaan belanja masyarakat di suatu daerah.
Berdasarkan survei terakhir pada akhir 2022, terdapat 359 jenis barang dan jasa di Kota Ambon yang menjadi komponen Indeks Harga Konsumen (IHK) dan dipantau setiap bulan.










