Arikamedia.id, AMBON – DPRD Maluku menemukan kepala sekolah yang malas dan memiliki persoalan moral. Bahkan sudah ada keluhan dari masyarakat soal ketidakhadiran pimpinan sekolah di lokasi tugas, serta ketimpangan penempatan guru di sejumlah wilayah Maluku.
Meskipun urusan pendidikan berada di bawah Komisi IV, Komisi I tetap memberikan atensi karena menyangkut masa depan generasi Maluku.
SMK di Luang Timu , di mana kepala sekolah dilaporkan jarang berada di lokasi tugas. Meski sudah ada pengaduan masyarakat, hingga kini Dinas Pendidikan dinilai belum merespons.
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyoroti hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku dan Plt Kepala BKD Maluku di ruang komisi I selasa (13/01/26).
Ia mencontohkan SMA Negeri 1 Maluku Barat Daya yang menurut laporan masyarakat, kepala sekolahnya memiliki persoalan moral. “Kalau moralnya seperti itu, lalu apa kelebihannya sampai harus dipertahankan? Kalau kepala sekolah jarang ada di sekolah, mau jadi apa sekolah itu” ujarnya.
Singgungnya, perilaku sejumlah guru yang dinilai seenaknya keluar masuk daerah tanpa memperhatikan tanggung jawab pendidikan. Ia meminta Dinas Pendidikan memberi perhatian serius terhadap kondisi tersebut.










