BeritaNasionalPemerintahanUtama

YLBHI Mengkritik Pernyataan Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat

15
×

YLBHI Mengkritik Pernyataan Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhamad Isnur dalam mimbar bebas bertajuk Seni Melawan Tirani di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1 September 2025. Tempo/Martin Yogi Pardamean

KETUA Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat tidak tepat. Isnur mengatakan ucapan Purbaya tersebut merupakan ciri khas pejabat publik yang tidak mengetahui masalah di masyarakat.

“Sembarang ngomong dan tidak memiliki pengetahuan gerakan sosial, tidak mengetahui prinsip republik dan demokrasi,” kata Isnur melalui WhatsApp, pada Selasa, 9 September 2025.

Ia mengatakan Purbaya seakan melihat aspirasi rakyat sebatas suara minor dan sumbang. Pernyataan Purbaya itu juga dinilai nirempati terhadap kondisi masyarakat.

Purbaya baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, pada Senin, 8 September 2025. Saat awak media meminta tanggapannya tentang gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat, ia mengaku belum mempelajarinya. Meski begitu, Purbaya berpendapat bahwa tuntutan tersebut mungkin datang dari sebagian kecil rakyat.

Baca Juga  Seruan Aksi Bersifat Provokatif Sudutkan Walikota, Pemkot akan Ambil Sikap

“Tapi pada dasarnya begini. Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? Mungkin sebagian merasa terganggu, hidupnya masih kurang,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin, 8 September 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *