Arikamedia.id, AMBON – Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhamad Yusuf mengatakan, dari sisi sektor jasa keuangan, kinerja perbankan di Maluku menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan penyaluran kredit tercatat sekitar 5 persen, sementara dana pihak ketiga serta total aset perbankan juga mengalami peningkatan. Risiko kredit perbankan juga masih terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sekitar 2,92 persen, yang menandakan kondisi perbankan di Maluku tetap stabil dan sehat.
OJK juga terus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif, terutama kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Tahun lalu penyaluran KUR di Maluku mencapai lebih dari Rp1 triliun dengan jumlah debitur sekitar 21.840 pelaku usaha. Tahun ini kami mendorong agar penyalurannya dapat meningkat melampaui realisasi tahun sebelumnya,” terangnya di Red Brick Cafe Karang Panjang Ambon,
Rabu, (11/03/26).
Di sektor keuangan syariah, pertumbuhan pembiayaan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, bahkan pertumbuhannya tercatat mencapai sekitar 20 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara umum.
Sektor pasar modal di Maluku juga terus berkembang. Jumlah investor tercatat meningkat hingga 21,6 persen, disertai dengan pertumbuhan aktivitas transaksi.










